Kamis, 13 Desember 2012

Makalah Metodologi Penelitian Menghitung dan Menggunakan Data Angket

KATA PENGANTAR


    Dengan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa  atas Rahmat dan Karunianya, sehingga kami bias menyelesaikan makalah ini.

    Kami selaku penulis menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan  beberapa pihak untuk dapat menyelesaikannya,
    Kami selaku penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan  makalah ini masih banyak kekurangan  baik dari materi maupun penulisan
    Namun, demikian kami telah berupaya  dengan segala kemampuan  dan pengetahuan yang di miliki  semoga dapat terselesaikan dengan baik, dengan kerendahan hati dan dengan terbuka  saran dan usul guna menyempurnakan makalah ini.
    Dengan demikian kami selaku penulis  berharap semoga makalah ini  dapat di manfaatkan bagi seluruh pembaca.

                        Tanah Merah,         10, 2012






















DAFTAR ISI

Halaman judul         i
Kata pengantar        ii
Daftar Isi         iii

BAB I    PENDAHULUAN        1
A.    Latar Belakang        1
B.    Rumusan Masalah        1

BAB IIPEMBAHASAN        2
A.    Pengartian Angket        2
B.     Pengertian Definisi Angket Menurut Para Ahli        2
C.     Struktur Batang Tubuh Angket        4
D.     Macam-macam Angket        4
E.     Petunjuk-petunjuk Penyusunan Pertanyaan dalam Angket        5
F.     Langkah-langkah Penyusunan Angket.        6
G.     Kegunaan Angket dalam Bimbingan.        6
H.     Kelebihan Angket.        6
I.     Keterbatasan Angket.        6
J.     Data Contoh & Pertanyaan Penelitian        7

BAB III PENUTUP        10
A.    Kesimpulan         10

Daftar Pustaka         11







BAB I
PENDAHULUAN



A.    LATAR BELAKANG
    Sebagaimana diketahui, pembaca dalam makalah ini membahas tentang data angket, angket  seperti halnya dengan wawancara, pernyataan yang telah tersusun secara Kronologis dari yang umum mengarah pada yang khusus untuk diberikan kepada Responden. Angket / Kuesoner tertutup, Kuesoner terbuka, dan Kuesoner campuran.
    Untuk itu, pembahasan yang lebih jelas kami tuliskan dalam Makalah ini dalam BAB Pembahasan

B.    RUMUSAN MASALAH
•    Apa Pengertian Angket
•    Apa saja kelebihan  dan Kekurangan Angket
•    Bagaiamana cara pembuatan Data dan Angket













BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengartian Angket
Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)
Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS. Winkel, 1987)
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data ( I. Djumhur, 1985 )
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kedatangan langsung dari sumber data ( Dewa Ktut Sukardi, 1983 ).

B. Pengertian Definisi Angket Menurut Para Ahli
Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)
Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS. Winkel, 1987)
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data ( I. Djumhur, 1985 )
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data ( Dewa Ktut Sukardi, 1983 ).
Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang/anak yang ingin diselidiki atau responden (Bimo Walgito, 1987).
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan pengertian angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga
Pengambilan data dapat dilakukan secara :
a. Pertanyaan langsung vs Pertanyaan tidak langsung
Perbedaan mendasar antara Pertanyaan Langsung dan Pertanyaan Tidak Langsung ialah terletak pada tingkat kejelasan suatu pertanyaan dalam mengungkap informasi khusus dari responden. Pertanyaan Langsung menanyakan informasi khusus secara langsung dengan tanpa basa-basi (direct), dimana jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara. Pertanyaan Tidak Langsung menanyakan informasi khusus secara tidak langsung (indirect), dimana Jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama.
Contoh :
Pertanyaan Langsung: Apakah Saudara mengenal tersangka pembunuhan?
Pertanyaan Tidak Langsung: Bagaimana pendapat saudara terhadap pembunuhan yang dilakukan oleh budi?

b. Pertanyaan Khusus v.s Pertanyaan Umum
Pertanyaan Khusus menanyakan hal-hal yang khusus yang dibutuhkan oleh penulis. Sedang Pertanyaan Umum biasanya menanyakan informasi mengenai identitas dari koresponden. Lebih baik pertanyaan dimulai dari umum ke khusus.
Contoh pertanyaan :
Pertanyaan Khusus: Apakah saudara mengenal sistem Kanban?
Pertanyaan Umum: Berapa umur anda?

c. Pertanyaan Tentang Fakta v.s Pertanyaan Tentang Opini
Pertanyaan tentang fakta yang menghendaki jawaban dari responden berupa fakta; sedang Pertanyaan tentang opini menghendaki jawaban yang bersifat opini. Pada  praktiknya dikarenakan responden mungkin mempunyai memori yang tidak kuat ataupun dengan sadar yang bersangkutan ingin menciptakan kesan yang khusus; maka Pertanyaan tentang fakta belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang bersifat faktual.
Demikian halnya dengan pertanyaan yang menanyakan opini belum tentu sepenuhnya menghasilkan jawaban yang mengekspresikan opini yang jujur. Hal ini terjadi karena responden mendistorsi opininya didasarkan pada adanya “tekanan sosial” untuk menyesuaikan diri dengan keinginan social dan lingkungannya.
Contoh:
Pertanyaan Tentang Fakta: Majalah apa yang anda sukai?
Pertanyaan Tentang Opini: Mengapa saudara menyukai majalah Aneka?

d. Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya v.s. Pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan
Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya memberikan pertanyaan langsung kepada responden dimana jawaban yang diperoleh dapat beraneka ragam; sedang pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan menyediakan jawaban persetujuannya.
Contoh:
Pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya: Apakah saudara setuju dengan pemilihan rector secara langsung?
Pertanyaan dalam bentuk kalimat pernyataan: Pemilihan rector secara langsung akan dilaksanakan.
Jawabannya: a. setuju b. tidak setuju. 

C. Struktur Batang Tubuh Angket
a.    Judul angket
b.    Pengantar yang berisi tujuan dan petunjuk pengisian.
c.    Item-item pertanyaan, bisa juga opini atau pendapat, fakta.
Pengisian identitas dalam angket tergantung tujuannya, karena kadang-kadang indentitas tidak diperlukan. Misalnya angket yang bertujuan atau menginginkan opini atau pendapat umum.

D. Macam-macam Angket
Dilihat dari cara memberikannya, angket dapat dibedakan:
a.    Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki . Jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara.
b.    Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaiakan kepada orang lain angket diminta pendapat tentang pendapat atau keadaan orang lain. Jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama.
Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan menjadi :
a.    Angket berstruktur, yaitu angket yang bersifat tegas, konkrit dengan pertanyaanpertanyaan yang terbatas dan menghendaki jawaban yang tegas dan terbatas pula.
b.    Angket tak berstruktur, dipergunakan apabila konselor menginginkan uraian lengkap dari subyek tentang sesuatu hal, di mana diminta uraian yang terbuka dan panjang lebar. Disampaikan dengan mengajukan pertanyaan bebas.

E. Petunjuk-petunjuk Penyusunan Pertanyaan dalam Angket
1.    Menggunakan kata-kata yang tidak mengandung arti rangkap.
2.    Susunan kalimat hendaknya sederhana tapi jelas.
3.    Menghindari pemakaian kata yang tidak ada gunanya
4.    Menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu.
5.    Mencantumkan kemungkinan jawaban sebanyak mungkin supaya subyek mempunyai kemungkinan pilihan yang bebas.
6.    Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan responden sehingga dapat dijawab dengan baik.
7.    Hindarkan kata-kata yang bersifat sugestif dan juga kata yang bersifat negatif.
8.    Pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab.
9.    Bentuk berstruktur lebih baik dari pada bentuk terbuka.
10.    Pertanyaan jangan membuat responden berpikir terlalu berat.
11.    Pergunakan kata-kata yang netral, tidak menyinggung perasaan dan harga diri responden.
F. Langkah-langkah Penyusunan Angket.
1.    Persiapan.
2.    Menentukan sasaran.
3.    Menentukan tujuan.
4.    Menentukan jenis informasi yang dibutuhkan.
5.    Merancang bentuk-bentuk pertanyaan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

G. Kegunaan Angket dalam Bimbingan.
1.    Untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan catatan permanen.
2. Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain.
3. Pembuatan evaluasi progam bimbingan
4. Untuk mengambil sampling sikap/pendapat dari responden

H. Kelebihan Angket.
1.    Merupakan metode yang praktis, karena dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat.
2.    Merupakan metode yang ekonomis, dari segi tenaga yang dibutuhkan.
3.    Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama.
4.    Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangan.
5.    Responden mempunyai waktu cukup untuk menjawab pertanyaan.
6.    Pengaruh subyektif dapat dihindarkan.

I. Keterbatasan Angket.
1.    Sulit untuk mendapat jaminan bahwa responden akan memberikan jawaban yang tepat.
2.    Terbatas hanya pada responden yang bisa membaca dan menulis.
3.    Karena tidak berhadapan langsung dengan responden, maka bila ada pertanyaan yang kurang jelas, responden tidak dapat mendapatkan keterangan lebih lanjut.
4.    Bersifat kaku, karena pertanyaan-pertanyaan dalam angket telah ditentukan, sehingga tidak dapat diubah sesuai dengan keadaan sekitar.
5.    Sulit mendapatkan jaminan bahwa semua responden akan mengembalikan angket yang diberikan.

J. Data Contoh & Pertanyaan Penelitian
Kami memiliki data berikut dari pengunjung Taman (diekstraksi dari studi Parks beberapa data aktual dapat mencakup ratusan keluarga dan ratusan variabel untuk lebih dari 10 taman di kota). Berikut adalah arti dari setiap variabel
•    Keluarga adalah jumlah observasi kuesioner. Satu kuesioner diisi oleh satu keluarga, bukan untuk individu.
•     Waktu adalah jenis data kuantitatif, yang diukur dalam hitungan menit. Ini adalah waktu aktivitas keluarga di taman
•       Mode adalah tipe data nominal terdiri dari empat pilihan mode untuk pergi ke taman:
1.    berjalan,
2.     mobil,
3.     bersepeda,
4.     bus.
Pilihannya adalah saling eksklusif, yang hanya satu modus untuk satu keluarga.
•    Kegiatan adalah jenis data nominal terdiri dari 6 pilihan aktivitas di taman:
1.    olahraga,
2.     piknik,
3.    membaca,
4.    berjalan (termasuk dengan anjing),
5.    meditasi,
6.    joging.
Pilihannya adalah pilihan ganda, yang satu keluarga mungkin memiliki beberapa kegiatan di taman.
•      Kepuasan adalah skala ordinal dengan nilai 5:
o          -2 = Sangat puas,
o    - 1 = tidak puas,
o     0 = ketidakpedulian,
o    1 = puas,
o     2 = Sangat puas.
Ini mengukur kepuasan keluarga terhadap pelayanan taman nasional.
•    Taman bermain adalah skala nominal (Ya atau Tidak) tentang keberadaan anak-anak bermain
Data ini menunjukkan dalam tabel ini
Keluarga    Waktu    Mode    Aktivitas    Kepuasan    Tempat bermain
1    30    1    1, 2, 3    0    N
2    30    3    4,6    1    Y
3    60    2    1, 2    2    Y
4    45    1    5    -1    N
5    30    1    6    1    N
6    60    2    2    2    Y
7    30    3    4    1    N
8    45    2    3, 4    -1    N
9    15    1    6    1    Y
10    60    2    2    2    Y
11    180    4    1, 2, 3, 4    2    Y
12    120    2    1,2,4    2    Y
Dengan data ini sangat terbatas, kami ingin mengetahui pertanyaan penelitian berikut:
Secara umum, apa yang tingkat kepuasan pengunjung terhadap taman di kota?
1.    Apa yang kebanyakan orang lakukan aktivitas di taman?
2.    Apa modus kebanyakan orang menggunakan untuk pergi ke taman?
3.    Apakah adanya anak-anak bermain di taman dapat memperoleh kepuasan yang lebih tinggi pengunjung?
4.     Apakah ada hubungan antara aktivitas manusia dan waktu aktivitas mereka dari keluarga di taman
5.     Apakah ada hubungan antara waktu kegiatan dan modus mereka untuk pergi ke taman?
Bagaimana Anda akan lakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian? Tentu saja, dengan data ini sederhana, Anda bahkan dapat menggunakan kalkulator untuk menganalisis data secara manual. Namun, kami akan menggunakan MS Excel untuk menunjukkan apa jenis alat yang tersedia di MS Excel untuk penelitian Anda.
Kami berasumsi data di atas adalah contoh yang sah (meskipun mereka sebenarnya terlalu sedikit untuk menjadi sampel nyata) demi tujuan demonstrasi saja.










BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.
lanjut Kartini Kartono mengungkapkan bahwa: ”Angket ialah penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) dengan jalan mengedarkan formulir daftar pertanyaan, diajukan secara tertulis kepada sejumlah subjek untuk mendapatkan jawaban (tanggapan respon tertulis seperlunya).”
Angket merupakan “sebuah pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui”.

















DAFTAR PUSTAKA


P. Joko Subagyo, S.H., 2004, Metodologi Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: PT Asdi Mahasatya

Http://www.google.co.id/ url ? = Http: // repository

Http: // www. Ig computer.com / cara mudah menghitung data






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar