Pages

Tuesday, 29 January 2013

MAKALAH ILMU JIWA TENTANG METODE MENGAJAR

KATA PENGANTAR


Alhamdulillah puji syukur kita penjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam kepada nabi Muhammad SAW, para sahabat dan umatnya. Karena dengan ridhonya tugas makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya yang berjudul “Metode Mengajar” dalam bisang studi “Ilmu Jiwa”.

Penulis menyadari akan banyak kekurangan dan keterbatasan dalam pembuatan makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran  yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan  makalah yang selanjutnya.
Akhir kata penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan para mahasiswa STIT Gumawang. Amin….


































DAFTAR ISI


Halaman Judul        i
Kata Pengantar        ii
Daftar Isi        iii

BAB I  PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang        1
2.    Rumusan Masalah        1
3.    Tujuan        1

BAB II PEMBAHASAN
1.    Prinsip Umum Metode Mengajar        2
2.    Pertimbangan Menetapkan Metode Mengajar        2
3.    Beberapa Metode Mengajar        4

BAB III PENUTUP
1.    Kesimpulan        6
2.    Saran        6























BAB I
PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang

Mengingat mengajar pada hakikatnya merupakan guru dalam menciptakan situasi belajar, metode yang digunakan oleh guru diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi pelajar. Sehubungan dengan kegiatan mengajar guru, metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar bagi pelajar  dan upaya guru dalam memilih metode yang baik dan merupakan upaya mempertinggi mutu pengajran atau pendidikan yang menjadi tanggungjawabnya.
Terdapat sejumlah metode mengajar yang dapat digunakan oleh guru. Untuk dapat memilih metode yang tepat, guru hendaknya memeprhatikan prinsip-prinsip umum dan faktor-faktor yang mempengaruhi penetapannya.

2.    Rumusan Masalah

1.    Apa prinsip umum metode mengajar ?
2.    Pertimbangan apa yang menetapkan metode mengajar ?
3.    Ada beberapa metode mengajar ?

3.    Tujuan Masalah

1.    Prinsip umum metode mengajar salah satunya ialah memperhatikan kecendrungan-kecendrungan pelajar. Prinsip ini memberi landasan bagi guru untuk memberikan kepada pelajar hanya bahan ajar yang sesuai dengan kapasitas yang pelajar mulai yaitu bakat, minat dan kesiapan.
2.    Ketepatan penggunaan metode mengajar dipengaruhi banyak faktor dan guru hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang akan digunakan. Untuk itu perlu memilih keahlian dan keterampilan yang tinggi.
3.    Guru dapat memilih metode mana yang tepat untuk digunakan diantara sejumlah metode, diantaranya metode-metode ; ceramah, tanya jawab, diskusi, demontrasi dan eksperimen, tugas belajar, dan resitani dan pemecahan masalah.


BAB II
PEMBAHASAN



1.    Prinsip Umum Metode Mengajar

Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar. Juga metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran.
Metode-metode tersebut berkembang mengikuti prinsip-prinsip umu, yaitu :
a.    Memperhatikan kecendrungan-kecendrungan pelajar. Prinsip ini memberi landasan bagi guru untuk memberikan kepada pelajar yang sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki, yaitu bakat, minat, lingkungan dan kesiapan.
b.    Memanfaatkan aktivitas individual para pelajar. Hal ini dilakukan oleh guru dengan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukannya, memberi kesempatan untuk berfikir, berbuat dan mendorong untuk mandiri.
c.    Mendidik melalui permainan atau menjadikan permainan sebagai sarana pendidikan.
d.    Menerapkan prinsip kebebasan yang rasional di dalam proses belajar-mengajar tanpa membebani pelajar dengan berbagai perintah.
e.    Memberi motivasi kepada para pelajar untuk berbuat bukan menekannya, sehingga dapat berbuat dengan penuh rasa senang.

2.    Pertimbangan Menetapkan Metode Mengajar

Ketepatan penggunaan metode mengajar dipengaruhi oleh banyak faktor, meliputi sifat dari tujuan belajar yang hendak dicapai, kebutuhan untuk memperkaya pengalaman belajar seperti meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik pelajar, kemampuan pelajar yang tercakup dalam tugas, pengelolaan waktu, pemilihan apa yang harus disampaikan, mengetahui dimana dan bagaimana menerapkan kekuatan guru seefektif mungkin  dan menentukan prioritas yang tepat.
Guru hendaknya memperhatikan faktor-faktor tersebut ketika mengambil keputusan tentang metode mana yang akan digunakan.
1.    Tujuan yang hendak dicapai
Faktor  pertama yang hendaknya dikaji oleh guru  dalam rangka menetapkan metode mengajar ialah tujuan instruksional khusus. Setiap tujuan instruksional  khusus memberi petunjuk bagi penetapan metode, baik dalam bentuk  tanda-tanda yang jelas maupun masih tersembunyi sehingga memerlukan pengkajian secara seksama.

2.    Keadaan pelajar
Guru hendaknya tidak memaksa pelajar untuk dalam aktivitas belajar menurut acuan metode tapi hendaknya mahir membangkitkan motivasi intrinsik pelajar. Metode yang lunak biasanya lebih berhasil kepada  pelajar daripada metode mengandung unsur-unsur otokratis.
Berdasarkan pengamatan terhadap gaya mengajar pada umumnya dan mengelompokkan pelajar berdasarkan yang cerdas,  pandai dan tidak pandai, dapat diperoleh beberapa petunjuk, yaitu :
a.    Pelajar yang cerdas biasanya lebih suka dan lebih memperoleh keuntungan dari gaya mengajar yang lunak.
b.    Pelajar yang pandai biasanya lebih suka dan lebih memperoleh keuntungan dari gaya mengajar setengah lunak.
c.    Pelajar yang kurang pandai biasanya lebih suka dan lebih memperoleh keuntungan dari gaya mengajar yang agak  otokratis.

3.    Bahan Pengajaran
Dalam menetapkan metode mengajar, guru hendaknya memperhatikan bahan pengajaran, baik isi, dan cakupannya.

4.    Situasi belajar-mengajar
Situasi belajar mencakup suasana dan keadaan kelas-kelas yang mungkin mengganggu jalannya proses belajar-mengajar, keadaan pelajar, seperti masih bersemangat atau sudah lelah, keadaan cuaca cerah atau hujan, keadaan guru yang tidak lelah atau sedang menghadapi banyak masalah.

5.    Fasilitas
Guru hendaknya memperhitungkan peran fasilitas dalam menetapkan metode mengajar yang akan digunakan, oleh sebab itu guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
a.    Guru mengetahui fasilitas apa saja yang tersedia di sekolahnya serta bagaimana memperoleh dan menggunakannya.
b.    Guru harus cakap dan kreatif dalam memanfaatkan fasilitas yang minim untuk mengefektifkan metode-metode yang diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar.
6.    Guru
Setiap guru memiliki kepribadian keguruan yang unik. Guru yang memiliki dedikasi tinggi tentu akan senang dapat menjangkau semua pelajar dengan modalitas yang berbeda-beda. Meskipun cara belajar dan mengajar guru mencerminkan modalitasnya. Semakin banyak modalitas yang dilibatkan guru, belajar pelajar akan semakin hidup, berarti, berarti dan melekat.

3.   Beberapa Metode Mengajar

1.    Ceramah
Ceramah adalah metode mengajar dalam bentuk penuturan bahan pelajaran secara lisan. Ceramah sebagai metode mengajar sudah lama digunakan para pengajar, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Dengan ceramah, suatu topik yang sederhana dapat dibuat menarik. Guru dapat menyampaikan topik itu dengan penuh perasaan, intonasi tekanan suara ataupun dengan gerak-gerak tangan.
Metode ceramah dapat digunakan dalam kondisi, yaitu :
a.    Guru ingin mengajarkan topik baru.
b.    Tidak ada sumber bahan pelajaran pada pelajar, sehingga dituntut kreativitasnya membuat catatan-catatan penting dari bahan yang disampaikan guru.
c.    Guru menghadapi jumlah pelajar yang cukup banyak.
d.    Guru ingin membangkitakan semangat belajar.

2.    Tanya Jawab
Metode ini memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara guru dan pelajar, dalam bentuk bertanya dan pelajar menjawab atau pelajar dan guru menjawab. Hubungan antara guru dan pelajar merupakan hubungan timbal balik secara langsung.
Metode tanya jawab berguna untuk mencapai banyak tujuan, antara lain :
a.    Mengetahui penguasaan pelajar terhadap materi yang telah disampaikan.
b.    Menguatkan pengetahuan dan gagasan pada pelajar dengan memberikan kesempatan untuk mengajukan persoalan yang belum dipahami.
c.    Memotivasi pelajar untuk aktif berfikir.

3.    Diskusi (diskusi kelompok)
Metode ini merupakan kegiatan tukar-menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur. Tujuannya ialah untuk memperoleh pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu, di samping untuk merampukan keputusan bersama. Diskusi mengandung unsur-unsur demokratis. Pelajar diberi kesempatan untuk mengembangkan ide-ide mereka sendiri.

4.    Demontrasi dan Eksperimen
Merupakan metode mengajar yang sangat efektif, sebab membantu para pelajar untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta (data) yang benar. Kedua metode ini digunakan bila pelajar bermaksud mengetahui tentang proses pengaturan, proses pembuatan, proses kerja, proses penggunaan, proses mengetahui kebenaran, komposisi dan cara yang paling baik.

5.    Tugas belajar dan resitasi
Tugas belajar bisa dilaksanakan di rumah, disekolah, diperpustakaan, dan di tempat lainnya. Tugas belajar yang dikerjakan  di rumah di istilahkan “Pekerjaan Rumaha. Pertanggungjawaban pelajar terhadap tugas-tugas disebut resitasi. Metode tugas resitasi, di samping merangsang pelajar untuk aktif belajar, baik secara individual maupun secara kelompok, juga menanamkan tanggung jawab.
Penggunaan metode tugas dan resitasi menempuh langkah-langkah, yaitu :
a.    Guru memberikan tugas kepada pelajar. Tugas yang diberikan hendaknya mempertimbangkan tujuan yang akan dicapai, jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga pelajar mengerti yang ditugaskan kepadanya.
b.    Pada waktu pelajar melaksanakan tugasnya, guru hendaknya memberi bimbingan dan pengawasan mendorong agar pelajar mau mengerjakan tugasnya.
c.    Guru meminta laporan tugas dari pelajar, baik secara lisan atau tulisan. Mengadakan tanya jawab, menilai hasil pekerjaan pelajar, baik dengan tes atau non-tes.

6.    Pemecahan masalah (problem solving)
Metode ini digunakan untuk merangsang pelajar berfikir, karena metode ini banyak memanfaatkan metode-metode yang lain yang dimulai dari pencarian data sampai kepada penarikan kesimpulan. Metode ini juga melibatkan banyak kegiatan dengan  bimbingan dari para pengajar.




BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan

Penulis menyimpulkan bahwa :
1.    Metode mengajar ialah cara yang digunakan oelh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar.
2.    Penyampaian metode mengajar itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode mengajar diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran. Metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proises belajar-mengajar.
3.    Metode mengajar merupakan alat untuk menggerakkan pelajar agar dapat mempelajari bahan  pelajar. Guru baru mungkin dapat menggerakkan pelajar jika metode mengajar yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan pelajar, baik secara kelompok atau individual.


B.    Saran

Kami selaku penyusun dapat memberikan saran yang mungkin membantu dalam meningkatkan kreatifitas par pengajar :
1.    Agar lebih kreatif dalam meningkatkan metode mengajar dalam menghadapi para pelajar.
2.    Supaya pengajar dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan tenang sehingga para pelajar bisa menyerap pelajaran dengan baik.
3.    Memberikan motivasi kepada para pelajar untuk belajar mandiri serta memiliki kepercayaan diri untuk melakukan tugas-tugas belajar agar dapat meningkatkan prestasi pelajar.


No comments:

Post a Comment