Selasa, 29 Januari 2013

MAKALAH ILMU USAHA TANI TENTANG TANAH DALAM PERTANIAN

KATA PENGANTAR

    Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah dari ilmu usaha tani. Didasari dengan luasnya materi bagi mahasiswa/i penyusun mencoba memberikan yang terbaik dari makalah ini. Penyusun berterima kasih kepada dosen pembimbing Wiwit Komaria,SP. yang telah memberikan arahan kepada penyusun.
    Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Penyusun berharap kritik dan saran dari pembaca. Atas kritik dan sarannya penyusun ucapkan terima kasih.




Belitang,   Desember 2010
Penyusun















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR        ii
DAFTAR ISI         iii
I.     PENDAHULUAN        1
A. Latar Belakang        1
B. Rumusan Masalah         1
II.    PEMBAHASAN         2
A.    Tanah         2
B.    Lapisan Tanah         2
C.    Macam-macam Tanah dan Sifatnya        3
D.    Bunga Tanah         6
E.    Susunan Tanah         6
III.    KESIMPULAN DAN SARAN        9
A.    Kesimpulan         9
B.    Saran         9
DAFTAR PUSTAKA
   













I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
    Bertani artinya bercocok tanam (menanam tumbuh-tumbuhan), dengan tujuan untuk tumbuh-tumbuhan bisa berkembang biak menjadi lebih banyak dan untuk diambil hasilnya.
    Tujuan pokok dari menanam tumbuh-tumbuhan yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pada akhirnya dibudidayakan atau diperbanyak untuk penanaman selanjutnya.
    Pada jaman dahulu dimana manusia belum mengenal akan pertanian kehidupannya sangat tergantung pada alam mereka selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain mareka mengumpulkan buah-buahan yang ada di hutan ataupun memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berburu mencari ikan atau hewan yang dapat dimakan.
    Karena perkembangan jaman tahun ke tahun keadaan semakin berubah pada awalnya kaum perempuan hanya coba-coba untuk membudidayakan tanaman sekitar dan pada kahirnya lama kelamaan budidaya itu meluas dan disebut sebagai pembangunan kultur pertama kali dalam jaman prasejarah.

B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang, ternyata untuk mencapai hasil produksi yang maksimal yaitu dibutuhkan cara-cara pengolahan tanah yang baik, dan untuk semua itu petani harus mengetahui  tentang macam-macam tanah, susunan darah dan lapisan-lapisan tanah, maka dari itu makalah ini membahas tentang tanah dan dalam pertanian.






II. PEMBAHASAN

A.  Tanah
    Tanah merupakan suatu benda alam yang menempati lapisan kulit bumi yang teratas yang terdiri dari struktur tanah, air, udara dan sisa-sisa tumbuh-tumbuhan dan hewan yang merupakan tempat tumbuhnya tanaman, sebagai media tumbuh tanah harus menyediakan unsur-unusur hara sebagai makanan dan air untuk tanaman dan tempat menyediakan udara bagi pernapasan akar.
Untuk melakukan budidaya dalam usaha tani tanah harus diolah terlebih dahulu dalam artian mengubah keadaan tanah dengan beberapa alat sehingga memperoleh susunan tanah yang baik jika dilihat dari persediaan air, udara dan PH tanah yang dapat mempengaruhi perkembangan dan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan pada dasarnya tujaun dari pengolahan tanah yaitu dapat mempersubur keadaan tanah.
Yang dimaksud dengan kesuburan tanah adalah  kemampuan tanah untuk menyediakan unsur-unsur makanan untuk tanaman dalam jumlah yang cukup dan seimbang, sehingga dapat memberi hasil yang diharapkan.
Kesuburan tanah itu sangat erat hubungannya dengan bentuk atau susunan tanah, dan banyaknya bahan-bahan organik di dalam tanah. Lapisan tanah yang subur itu hanya sekitar 10-30 cm tebalnya pada permukaan tanah, tanah yang subur harus dipertahankan dan dijaga kesuburannya, sedangkan tanah yang kurang subur, sehingga diolah menjadi lahan pertanian.

B.   Lapisan Tanah
    Tanah memiliki lapisan-lapisan tertentu yaitu :
a)    Lapisan tanah atas
Lapisan ini tebalnya antara 10-30 cm, warnanya coklat sampai ke hitam-hitaman, lebih gembur yang biasanya disebut tanah olah atau tanah pertanian. Lapisan ini merupakan tempat pertumbuhan tanaman di lapisan ini banyak berkembang biak semua jasad hidup tanah dan merupakan lapisan tanah yang tersubur.
b)    Lapisan bawah tanah
Lapisan ini tebalnya antara 30-60 cm, jadi lebih tebal daripada lapisan tanah atas. Warnanya kemerah-merahan, lebih muda dan lebih terang dan lebih padat. Umumnya kandungan zat makanan untuk tanaman sangat sedikit, di lapisan ini kegiatan jasad hidup di dalam tanah sangat berkurang begitu juga perakaran tanaman kecuali tanaman yang berumur panjang atau tanaman tahunan yang mempunyai akar tunjang.

c)    Lapisan bahan induk tanah
Di bawah lapisan tanah kedua (bawah tanah), terdapat satu lapisan yang menyolok warnanya yaitu kemerah-merahan atau kelabu putih-putihan. Lapisan ini disbeut bahan induk tanah karena merupakan asal atau induk darilapisan tanah bawah. Lapisan ini dapat pecah dan dapat diubah dengan mudah, tetapi sukar ditembus oleh akar. Lapisan bahan induk tanah ini tidak banyak mengandung zat-zat makanan.

d)    Lapisan batuan induk
Di bawah ini lapisan bahan induk tanah terdapat lapisan yang keempat yang biasanya disebut dengan lapisan batuan induk. Batuan ini jauh lebih dalam maka lapisan ini tidak memiliki zat-zat makanan.

C.  Macam-macam Tanah dan Sifatnya
    Jika mengetahui macam tanah, sekaligus juga akan mengetahui sifat-sifatnya, maka tanah dapat dibedakan menurut macamnya dan warnanya :
1.    Macamnya, berdasarkan butir-butiran tanah macam tanah dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a)    Tanah pasir
Tanah yang banyak mengandung pasir disebut  tanah pasir dan kandungan pasirnya 70% sedang yang lainnya adalah tanah.
Sifat-sifatnya, tanah pasir kurang sekali menahan air, udara mudah masuk ke celah-celah butir pasir dengan kata lain tata udara baik, karena udara mudah masuk maka tanah pasir mudah mengering selain itu tanah pasir mudah rusak, kriting karena kurang menahan zat-zat makanan, jadi tanah pasir itu dapat disimpulkan, tanah pasir merupakan tanah ringan sehingga mudah dikerjakan, air dan udara mudahmasuk ke dalamnya, mudah mengering dan kandungan zat makanan sangat sedikit, dengan demikian tanah pasir itu tidak baik untuk ditanami agar tanah pasir dapat ditanami harus dipupuk dengan pupuk organik seperti: pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, dsb.

b)    Tanah liat
Hampir semua tanah mengandung liat, kandungan liatnya 65% butir-butirannay jauh lebih halusdan susunan butir-butirannya sangat rapat air dan udara sangat susah masuk ke dalam tanah, karena udara dan air yang telah masuk ke dalam tanah sukar untuk keluar atau perputaran udara dan airnya sangat sulit maka tanah liat sering menjadi asam.
Sifat-sifatnya, pada musim hujan tanah liat menjadi lengket dan becke pada musim kemarau tanah liat menjadi keras retak-retak serta berbentuk bongahan-bongkahan / gumpalan-gumpalan yang sulit untuk dihancurkan tanah liat dapat disimpulkan struktur tanahnya berat untuk dikerjakan, peredaran udara dan air kurang baik dan akan membentuk bongkahan-bongkahan jika tanahnya kering.
Umumnya tanah liat ini kurang baik untuk usaha pertanian karena akn tumbuh-tumbuhan sulit untuk menembus tanah, tapi tanah liat dapat diperbaiki dengan pemberian kapur, puuk dan organik.

c)    Tanah Lempung (debu)
Butiran-butiran tanah lempung lebih kecil daripada butir tanah pasir tapi lebih besar dari tanah liat. Tanah lempung tidak mudah menyerap air seperti tanah pasir, tetapi lebih mudah menyerap air dibandingkan dengan tanah liat. Perputaran air dan udara pada tanah lempeng sangat baik.
Sifat-sifatnya, tanah lempung bila basah tidak lengket seperti tanah liat dan jika kering tidak retak ataupun tidak membentuk bongkahan-bongkahan yang susah dihancurkan pada umumnya tanah lempung banyak mengandung zat makanan.
Tanah lempun  dapat disimpulkan mudah untuk dikerjakan, tata udara dan airnya sangat baik dan banyak mengandung zat makanan. Pada umumnya tanah lempung baik untuk usaha pertanian.

2.    Warnanya, tanah dapat dibedakan berdasarkan warnanya, warna itu tergantung pada jenis batuan aslinya maka berdasarkan warnanya tanah dapat dibedakan menjadi :
a)    Warna putih
Tanah yang berwarna putih umumnya tanah liat yang kritis/rusak hal itu disebabkan oleh terjadinya tanah yang hanyut oleh air, tanah yang berwarna putih baik di waktu basah ataupun waktu kering umumnya tanah itu kritis / rusak dan jika tanah putih di waktu kering berwarna putih tapi bila basah berwarna kelabu umumnya tanah itu lumayan subur.

b)    Tanah kuning muda dan tanah merah muda
Tanah jenis ini lebih subur dibandingkan dengan tanah yang berwarna merah.

c)    Tanah kuning tua dan merah
Tanah jenis ini lebih subur dari tanah kuning muda ataupun merah muda dan tanah putih tapi tanah jenis ini banyak kekurangan bunga tanah.

d)    Tanah coklat dan hitam
Tanah ini umumnya adalah tanah yang subur berwarna coklat dan hitam disebabkan oleh kandungan dari bunga tanah.


D.  Bunga Tanah (Humus)
    Bunga tanah merupakan sisa-sisa tanaman seperti daun-daun, ranting-rantin, batang-batang kecil dan bangkai-bangkai binatang yang dan telah membusuk dan warnanya berubauh menjadi hitam, itulah yang disebut bunga tanah atau humus yang merupakan bagian yang sangat penting pada lapisan tanah atas.
Pada tanah pertanian umumnya bunga tanah sangat tipis, karena selalu dirubah-rubah oleh petani, sedang tanah yang ada di hutan memiliki bunga tanah yang ada di hutan memiliki bunga tanah yang sangat tebal karena belum pernah digarap oleh para petani. Terjadinya bunga tanah karena busuknya daun-daun dan ranting-ranting serta sisa-sisa dari jasad hewan-hewan yang telah mati karena adanya penguraian dari bakteri yang ada di dalam tubuh.
Peranan dari bunga tanah yaitu:
1.    Dapat menyerap dan menahan zat-zat makanan, sehingga sebagian besar tidak akan hanyu  dibawa oleh air hujan.
2.    Melonggarkan tanah, pada tanah liat yang berstruktur padat jika diberi bunga tanah akan menajri renggang.
3.    Dapat menahan air, pada tanah yang berpasir sangat baik jika diberi bunga tanah karena bunga tanah itu dapat menahan air hujan sehingga tanah yang mengandung bunga tanah tidak akan mudah kering.
Dengan demikian bunga tanah dapat memperbaiki sturktur tanah yang telah rusak, dan bunga tanah yang baik adalah hasil pembusukan dari pohon / rumput kacang-kacangan, karo, dadap yang memiliki bunga / daun berbentuk kupu-kupu karena mudah membusuk dan banyak mengandung makanan.

E.   Susunan Tanah
    Yang dimaksud dengan tanah pertanian adalah lapisan-lapisan tanah yang dapat diolah dan ditanami tanah tidak hanya tersusun dari suatu amcam bahkan saja. Tanah merupakan benda padat yang berongga-rongga halus dimana akar tanaman dapat menembus rongga halus dimana akar tanaman dapat menembus dan bercabang-cabang di dalamnya. Rongga-rongga halus di dalam tanah itu di sebut pori-pori tanah dimana pori-pori itu berisi air dan udara.
Bahan penyusun tanah itu bermacam-macam, namun dalam garis besarny dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :
a.    bagian padat tanah
b.    bagian cair
c.    bagian gas (udara)

a)    Bagian padat tanah terdiri dari bahan
Bahan anorganik terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran yang terdiri atas pecahan-pecahan batuan dana bahan-bahan mineral dan berbagai hasil dari pelapukan yang merupakan bahan pokok dari butir-butir tanah.
Bahan organik terdiri dari sisa-sisa tanaman, hewan dan berbagai jasad hidup dalam tanah. Bahan-bahan ini merupakan makanan pokok dari berbagai tanaman.
b)    Bagian carian adalah yang melarutkan zat-zat makanan dan mengisi sebagian atau seluruh pori-ori tanah atau ruang di antara butir-butir tanah air yang ada di dalam ruang tanah itu sangat penting untuk tanaman karena air akan dihisap oleh akar-akar tanaman, jika tidak tersedia air maka tanaman akan menjadi kurus dan mati hal ini disebabkan karena zat-zat makanan dapat dihisap oleh tanaman melalui bantuan air.
c)    Bagian air (udara), bagian ini merupakan bagian yang juga mengiri ruang  diantara butir-butir tanah dan tanah harus cukup udara karena sangat berguna untuk pernafasan (pertukaran zat) akar-akar tanaman, dan untuk proses memasak unsur-usnur makanan di dalam tanah.
Ketiga bagian tersebut saling bergabung menjadi satu membentuk tanah, di dalam tanah pertanian apabila salah satu bagian tersebut tidak ada maka tanaman  tidak dapat tubuh, dan tidak akan menjadi tanah pertanian yang baik. Sebaiknya apabila ketiga dari bagian itu sudah lengkap maka akan terjadi susunan tanah yang baik dapat memberikan ruang bagi perakaran tanaman, gudang dari unsur-unsur hara dan menyediakan air dan udara bagi tanaman.
Perbandinga ketiga bagian tersebut tidaklah sama pada tanah lapisan atas setebal 30 cm.

Bagian padat 50% terdiri dari bahan mineral 45% dan bahan organik 5% pori-pori udara terisi air dan udara masing-masing air 25% dan udara 25%
Banyaknya bahan-bahan mineral, air dan udara masing-masing tanah selalu berbeda-beda hal ini sangat tergantung dari jenis tanah, lapisan tanah, dan keadaan iklim.













III. KESIMPULAN DAN SARAN

A.   Kesimpulan
    Tanah merupakan suatu benda alam yang menemati laporan kulit bumi yang teratas yang terdiri dari struktur tanah, air, udara, dan sisa-sisa tumbuh-tumbuhan dan hewan yang merupakan tempat tumbuhnya tanaman. Tanah memiliki lapisan-lapisan tertentu dan memiliki bunga tanah (humus) tanah mempunyai susunan tanah tertentu dan memiliki macam-macam tanah serta sifatnya.

B. Saran
    Untuk mempermudah pengolahan tanah serta mencapai hasil produksi tanaman yang diusahakan bisa maksimal maka petani harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan dari kondisi tanah dari satu tempat ke tempat lain dan petani harus mengetahui jenis-jenis tanah itu sendiri.
















DAFTAR PUSTAKA


Girisonta, 1981. Tanah Pertanian. KANISIUS, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar