Pages

Wednesday, 23 January 2013

MENJADI REMAJA ISLAM YANG IDEAL



MENJADI REMAJA ISLAM YANG IDEAL

Lara Melanda Peradaban
Haru biru deru debu susul menyusul silih berganti dalam lakon monoton 1001 episode kemunduran remaja muslim saat ini. Setelah runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani pada 3 Maret 1924 , lara memang tengah melanda peradaban. Umat Islam telah digiring menjadi figuran pesakitan. Dan remaja muslimpun telah ambil bagian sebagai korban terbesarnya.
Agar umat tetap setia dengan peran pesakitannya dan remaja muslim tak lagi jadi harapan umat, maka melalui social engineering super canggih berbagai produk haram peradaban barat yang sekuler (fashluddin ‘anil hayat) pun dicekokkan. Agar tak dibilang kuper atau kurang gaul, remaja pun akhirnya bertelikung putaw, bertabur piktor (pikiran kotor), bergelimang pergaulan bebas yang lalu dipangkasi dengan aborsi. Juga tak lupa tawuran masal. Hufh…..

Kemana Remaja Berpijak?
Remaja dalam gejolak pencarian jatidirinya tentu tidak dapat lepas dari kenyataan hidup di sekelilingnya. Dengan segenap potensi yang dimilikinya, remaja berupaya agar eksis di hadapan publiknya sehingga tidak sampai terjerembab gagap menghadapi kenyataan hidup ini. Paparan episode di atas adalah sebagian gambaran kenyataan kegagapan hidup akibat imbas deras Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran) via propaganda budaya sekuler.

Sikap remajapun akhirnya terbelah dalam tiga kelompok.
Kelompok pertama adalah remaja IDEALIS.
Yakni mereka yang peduli lingkungan dan sadar akan kerusakan dan kebrobrokan sistem kehidupan yang ada akibat ditinggalkannya aturan Islam dalam realitas kehidupan. Mereka merasa tidak puas dengan kondisi sekarang dan ingin melakukan berbagai perubahan. Mereka sadar bahwa sistem kehidupan sekarang didominasi oleh aturan hidup yang bertentangan dengan fitrah manusia, menjauhkan manusia dari Penciptanya, dan bahkan menjerumuskan manusia pada kesengsaraan yang berkepanjangan. Islam, Dien paripurna dan satu-satunya Dien yang diridhoi Al Khalik, telah sedemikian dijauhkan dari haribaan pemikiran dan perasaan umatnya.

Kelompok kedua adalah remaja ‘IDIOTis’ (red: nyaris idiot).
Yaitu mereka yang cuek bebek terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Bagi mereka yang penting urusan diri sendiri. Untuk apa peduli dengan nasib umat Islam yang lain?!

Kelompok ketiga adalah remaja IDIOT.
Yakni mereka yang terjerembab dalam bejatnya sistem kehidupan masa kini seperti yang terekam dalam episode-episode di atas. Telah banyak remaja idiot korban kebejatan sistem kapitalis yang mengagung-agungkan materi, memisahkan agama dengan kehidupan dan mencerabut nilai-nilai kehidupan lainnya.

Lantas, kemanakah remaja harus berpijak?
Tentu tak ada pilihan lain kecuali pada sikap remaja yang idealis. Sejalan dengan sabda rasul SAW:
“Barangsiapa bangun pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah. Barangsiapa tidak pernah memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain maka mereka tidak termasuk golonganku.”
(HR. Thabrani dari Abu Dzar Al Ghiffari).
Namun sikap idealis pun belumlah cukup. Ia harus ditransformasikan agar prototipe remaja idealis sempurna menjadi remaja ideal.

Remaja Ideal = Remaja Dakwah
Dakwah adalah satu-satunya jalan untuk memperbaiki kondisi demikian. Dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan Allah SWT kepada kaum muslimin – baik remaja, dewasa maupun orang tua – kapanpun dan dimanapun dia berada. Dakwah adalah sebaik-baik perbuatan (perkataan) yang layak dilakukan oleh kaum muslimin, termasuk remaja. Allah berfirman:
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu (Islam) dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.
(QS An Nahl: 125)
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata sesungguhnya aku termasuk golongan kaum muslimin”.(QS Fushshilat: 33)
Maka prototipe remaja ideal adalah remaja idealis yang sadar dan mau berdakwah. Lalu timbul persoalan baru: Dengan metode yang bagaimana dakwah harus dilakukan remaja muslim? Jawabannya adalah metode dakwah bagi remaja tidak berbeda dengan metode dakwah bagi umat Islam lainnya. Dakwah yang dilakukan harus senantiasa bermuara pada thariqah atau strategi dakwah Rasul. Ringkas kata, manajemen dakwah remaja pun tidak boleh keluar dari thariqah dakwah Rasul.

Manajemen Dakwah Remaja
Dua langkah praktis manajemen dakwah bagi remaja.
1. Pembinaan syakhshiyyah dalam klub dakwah.
Rasulullah memulai dakwahnya dengan membina kepribadian (syakhshiyyah) shahabat secara intensif. Pembinaan yang benar-benar membekas dalam kepribadian para shahabat. Aqidah yang dipahami para shahabat nyata-nyata melahirkan keterikatan mereka yang begitu kuat terhadap syari’at Islam. Apa saja yang diperintahkn rasul, mereka taati.
Membina diri dengan sungguh-sungguh dan terus menerus mendalami tsaqofah Islam adalah langkah awal yang harus dilakukan oleh remaja muslim. Dimana? Pembinaan dilakukan di klub dakwah yang tepat. Klub dakwah yang benar-benar sesuai dan mengikuti metodologi dakwah Rasul. Klub dakwah yang berdiri atas dasar perintah Allah ( QS. Al Imran : 104) dan berjuang untuk menghidupkan kembali Islam dalam realitas kehidupan umat Islam. Keistiqomahan dalam membina diri akan membawa remaja beraqidah benar dan kuat sehingga memiliki syakhsyiyyah Islami, yakni berpola pikir Islami (aqliyyah islamiyyah) dan berpola sikap Islami (nafsiyyah islamiyyah).

2. Berdakwah bersama klub dakwah.
Dakwah memang menyeru, mengajak dengan omongan. Bukan hanya bicara di atas mimbar, tapi bisa juga dengan ngobrol dengan teman sebangku di kelas, di kantin, di angkot lalu menulis di majalah dsb. Namun begitu, uslub (cara) seperti ini juga perlu ditunjang dengan uswah (teladan). Artinya tidak cukup sekedar mengajak, tetapi yang namanya akhlakpun harus sesuai dengan Islam. Nah, bergabung dengan klub dakwah akan senantiasa menjaga performance (tampilan) atau citra dakwah kita agar tetap berada dalam koridor syari’at.
Berdakwah agar efisien dan efektif juga kudu memperhatikan ketersediaan bahan dakwah – sejauh mana pemahamannya terhadap Islam, medan dakwah di mana ia tinggal serta skill (bukan sikil, red) yang dipunyai seperti kemampuan komunikasi, analisis kondisi lingkungan dsb. Remaja sebagai pengemban dakwah yang baik mestilah berupaya melengkapi diri dengan berbagai modal ini. Untuk itu, klub dakwah adalah tempat yang tepat.
Yang utamanya lagi, berdakwah secara team (together everyone achieve more) dengan manajemen yang oke akan lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan dakwah dibandingkan jika hanya berdakwah secara individual. Bersama-sama dengan hamiluddakwah lainnya dalam klub dakwah melakukan:
Prakondisi perencanaan, meliputi pengenalan medan dakwah melalui analisis kondisi lingkungan.
Perumusan perencanaan, meliputi: penetapan tujuan-tujuan jangka pendek dalam rangka pencapaian tujuan jangka panjang yakni melanjutkan kembali kehidupan Islam di tengah-tengah umat; penetapan sasaran-sasaran atau objek dakwah serta penentuan tolok ukur keberhasilan dakwah.
Implementasi, mencakup pembagian tugas, pembekalan materi yang diperlukan serta melakukan pertemuan-pertemuan rutin pra-action (briefing). Dan setelah semuanya oke, tunggu apalagi? Action!
Evaluasi dan umpan balik. Untuk melihat dampak dakwah yang telah dilakukan, perlu selalu dievaluasi dengan mengacu kepada tolok ukur, baik yang bersifat strategis (QS. Al Mulk: 2-3) maupun yang bersifat operasional terukur.
Jika setelah membaca uraian ini masih juga kurang pede maka camkanlah:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah nasibnya sendiri”. (QS Ar Ra’du : 11).
Yakinlah bahwa kita mampu (dan Islam pun akan kembali jaya dengan atau tanpa peran serta kita). Rasulullah pernah mengkritik orang yang takut untuk gagal dan merasa tidak mampu untuk mencoba. Beliau pernah menganjurkan:
“Berusahalah sekuat tenaga untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan janganlah sekali-kali merasa lemah. Dan mintalah tolong kepada Allah.”
Wallahu A’lam bi Ash Shawab.

Tips untuk Jadi Remaja Islam

Seorang remaja mempunyai andil besar bagi perubahan lingkungannya. Ia pun mampu membawa teman-temannya agar sadar dan mengenal Islam. Sudah saatnya remaja peduli bahwa siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat kalau bukan mereka? Dulu ketika SK jilbab belum keluar, remaja juga yang bergerak dan berjuang. Itu hanya salah satu contoh. Sekarang pun di saat kesadaran berislam sudah tinggi, saatnya remaja berperan untuk membuat masyarakat rindu Islam kaafah yaitu dengan diterapkannya syariah Islam dalam naungan Khilafah.
Ketika ada teman yang gak sholat, pacaran aja kegiatannya, dugem, dan banyak aktifitas maksiat lainnya, siapa yang bisa menyadarkan mereka? Bukan para kyai, bukan para guru, bukan pula para dai tua yang seringkali tak paham dengan karakter remaja. Jadi yang paling efektif menyadarkan mereka adalah teman-temannya sendiri yaitu kamu sebagai generasi muda.
Jangan panik dulu. Jangan merasa berat dengan tugas sebagai remaja muslim yang kamu emban. Di bawah ini ada beberapa tips agar kamu jadi remaja yang oke dalam berdakwah di lingkungan kamu. Simak baik-baik ya:

1.    Niat
Dari awal, niatkan semua usaha kamu karena Allah semata. Jangan sampai ada niat untuk sombong dan merasa benar sendiri. Juga jangan sampai ada kesan menggurui dan menganggap bodoh teman yang sedang kamu dakwahi. Petunjuk itu dari Allah. Lakukan upaya maksimal dalam menyadarkan teman dan jangan lupa berdoa untuknya agar segera kembali ke jalan yang benar. Karena sungguh, tidak ada yang mampu memberi jalan bila sudah disesatkan oleh Allah dan tak ada yang mampu menyesatkan bila sudah diberi petunjuk oleh-Nya. Jadi jangan lupa berdoa ya.

2.    Lakukan apa yang kamu katakana
Ngomong gampang, tapi melakukannya itu yang butuh upaya lebih. Kalo kamu Cuma bisa ngomong tanpa melakukan apa yang kamu omongkan, maka orang lain terutama teman-temanmu tak akan percaya padamu lagi. Misal nih, kamu bilang pacaran haram dan dosa tapi kamu sendiri malah suka mojok berduaan dengan lawan jenis. Sama juga bo’ong kalo gini caranya. Selain dosa karena kamu berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang non mahrom), kamu juga dosa karena bisa ngomong tapi gak bisa melakukan omonganmu dengan konsisten. Dobel dosa tuh. Jangan sampai ini terjadi loh.

3.    Gunakan Qur’an dan Hadits
Dalam berdakwah, gunakan Qur’an dan hadits sebagai acuan, bukan kata si A dan si B atau bahkan kata nenek moyang. Banyaklah baca buku-buku keislaman dan pahamilah wawasan keislaman itu sendiri. Jangan sampai kamu menyampaikan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Jadikan sirah (sejarah) Rasulullah dalam berdakwah sebagai panduan kamu ketika berdakwah di lingkungan teman-temanmu.
Harap kamu tahu, Rasulullah oke banget loh dalam menyampaikan dakwah di semua kalangan termasuk juga para remaja dan pemuda. Salah satunya adalah ketika ada seorang pemuda yang mendatangi Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasul, saya ingin masuk Islam tapi saya masih hobi berzina.” Apa jawab Rasulullah? Bukannya marah tapi beliau dengan tenang menjawab, “ Kamu punya ibu? Punya saudara perempuan? Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudaramu yang perempuan dizina-i oleh laki-laki?” Sejak saat itu, pemuda tersebut langsung bertaubat, masuk Islam dan tidak pernah lagi melakukan zina.

4.    Berbicaralah pada orang lain seakan-akan baru mengenalnya
Maksud dari poin ini adalah jangan berusaha sok tahu tentang seseorang hanya dengan melihatnya sekilas saja. Berbicaralah dengan ramah dan penuh perhatian sehingga orang yang akan didakwahi merasa nyaman dan kemudian percaya. Jangan terkecoh dengan penampilan. Misalnya saja seorang yang mengaku dirinya muslimah tapi pakaiannya selalu ketat dan mengumbar aurat. Jangan langsung berpikiran sok tahu yang negative bahwa dia itu pastilah seseorang yg pembangkang dan durhaka karena tidak menutup aurat. Kenalilah kepribadiannya lebih jauh.
Karena bisa jadi ia berpakaian seperti itu bukan karena ingin membangkang perintah Allah tapi benar-benar tidak tahu batasan aurat perempuan dalam Islam. Atau mungkin salah seorang teman kamu yang tak pernah sholat Jumat. Kenalilah dirinya lebih jauh dan jangan langsung berprasangka buruk. Ada banyak laki-laki yang tidak sholat Jumat karena keluarganya tidak pernah mengajarinya dan ia pun tidak tahu hukumnya. Jadi , tugas kamu nih untuk mendekati orang-orang semacam ini untuk memberikan pencerahan bagi kehidupannya sebagai seorang muslim yang baik.

5.    Tersenyumlah
Tahukah kamu bahwa Rasulullah SAW itu suka sekali tersenyum loh. Tapi anehnya banyak para dai yang sukanya malah pasang tampang serius dan cemberut daripada tersenyum. Nah, kamu jangan ikut-ikutan yang model begini yah.
Tersenyum, berperilaku sopan dan baik adalah sikap Rasulullah yang harus kita amalkan seharui-hari. Jika kita ingin orang lain dekat dan menerima dakwah kita maka usahakan kita bersikap ramah pada mereka. Tersenyum adalah salah satu kunci dari keramahan ini.
Yang patut diingat adalah tersenyum disini konteksnya adalah ramah secara umum dan tidak bermaksud tebar pesona pada lawan jenis. Bagaimana pun Islam mempunyai aturan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Bukan karena alasan dakwah trus seenaknya saja berdua-duaan dengan lawan jenis, misalnya. Nah, agar tidak timbul fitnah, usahakan berdakwah fokus pada sesame jenis. Cowok yang berdakwah ke kalangan cowok. Begitu juga cewek dakwahnya juga ke lingkungan cewek saja.

6.    Bersikap aktif dan berbaur
Langkah awal bagi keberhasilan dakwah adalah bersikap aktif dan berbaur dengan objek dakwah. Sering-sering ngobrol dengan mereka yang ingin kamu dakwahi. Bisa juga kamu mengundang mereka untuk buka puasa bersama saat Ramadhan atau kajian remaja yang kamu kemas dengan santai. Jadikan mereka percaya bahwa kamu adalah tempat yang asyik untuk curhat, berbagi cerita baik suka maupun duka. Mengerjakan PR bareng, menenangkan di kala mereka gundah, atau sekedar menjadi teman yang baik ketika mereka butuh curhat dan diskusi. Dan yang utama, kamu harus bisa menjaga rahasia karena mereka sudah percaya sama kamu. Tapi bila keadaan berubah menjadi serius dan berbahaya, misalnya saja ada yang berniat bunuh diri karena frustasi menghadapi masalahnya, maka jangan segan-segan menghubungi orang yang lebih dewasa untuk menyikapi masalah ini.

7.    Tunjukkan Islam itu sesuai untuk semua kalangan
Sering remaja menganggap bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa pendapat ini salah. Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu berasal dari Allah yang tentu saja sesuai dengan zaman apa pun dan bagi siapa pun termasuk remaja juga. Yakinkan mereka bahwa Allah begitu dekat bahkan melebihi urat nadi kita sendiri. Allah juga Mahamelihat dan mendengar. Allah tempat meminta dan tumpuan semua keluh kesah dan gundah kita. Tunjukkan juga bahwa Islam itu sesuai dan cocok untuk remaja. Islam mempunyai semua jawaban yang diinginkan remaja tentang pencarian jati diri yang tidak semua agama bisa menjawabnya.

8.    Libatkan mereka dalam kegiatan social
Ajak para remaja itu untuk terlibat dalam kegiatan social. Misalnya saja dengan mengadakan baksos di daerah-daerah miskin agar mereka lebih menghargai sesama dan pandai bersyukur. Atau bisa juga mengajak mereka dalam sebuah kepanitiaan atau peserta seminar Islam untuk remaja. Keterlibatan seperti ini membuat mereka menjadi bagian dari umat dan merasa berharga. Jangan lupa setelahnya kamu harus berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan untuk sesama.

9.    Tanyakan 4 pertanyaan mendasar
Ketika pertemanan semakin erat, topic yang dibahas biasanya juga mengarah semakin serius. Kamu bisa mendiskusikan tentang cita-cita dan rencana mereka di masa depan. Ada 4 pertanyaan yang bisa mengarahkan topic agar remaja lebih mengenal Allah dan Islam:
1.      kemanakah aku setelah kehidupan ini berakhir
2.      apa yang membuat aku bahagia
3.      Kepada siapakah aku seharusnya berterima kasih dan bersyukur
4.      apakah saya bisa sukses tanpa bantuan orang lain

10.    Tekankan sholat wajib 5 kali sehari sebelum kewajiban lainnya
Hubungan dengan Allah secara pribadi itu ada pada kewajiban sholat 5 waktu. Jangan memberikan banyak materi lain lebih dulu sebelum kesadaran untuk sholat wajib 5 waktu bisa terlaksana dengan baik. Tekankah bahwa dengan sholat saja hubungan dengan Allah terjalin secara langsung tanpa perantara. Hanya Allah saja tempat bersandar jika manusia menghadapi masalah. Sholat adalah saat yang tepat untuk meminta pertolonganNya. Jika mungkin, usahakan untuk sholat berjamaah ketika kamu sedang ngobrol santai dengan mereka. Ketika sholat ini sudah dijalankan dengan konsisten, maka hal-hal lain akan lebih mudah untuk diingatkan misalnya saja tidak boleh memaki, patuh pada orang tua dan cara berpakain yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.

11.    Bantulah mereka untuk mempercayai orang dewasa
Biasanya remaja memandang orang dewasa dengan pandangan miring seolah-olah dunia mereka benar-benar berbeda. Orang dewasa dianggap tidak pernah memahami dunia remaja dan anak muda dengan tepat. Nah, dalam hal ini kamu kudu berperan untuk menumbuhkan rasa percaya pada remaja terhadap orang dewasa. Misalnya saja dengan memuji seorang penceramah yang kena di hati remaja, para aktivis yang peduli dengan dakwah demi kebangkitan umat dan lain-lain. Memang sih, merubah sudut pandang mereka tidak  bisa dengan mudah tapi paling tidak mereka nantinya bisa memahami pendapat orang tua di rumah.

12.    Jangan pergi ketika mereka sedang down
Ingat, ketika seseorang sudah mulai mau menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan teratur, tidak berarti urusan sudah selesai. Akan ada ujian dan cobaan dalam hidup yang kadang bisa membuat futur/down atau lemah iman seseorang. Ada kalanya mereka mempertanyakan lagi keadilan Tuhan akan jalan hidup sulit yang mereka tempuh. Jangan putus asa apalagi tega meninggalkan mereka. Dampingilah para remaja ini untuk kembali menemukan jati diri keislaman mereka.

Semoga beberapa tips di atas bisa kamu jadikan alat untuk mendekati teman-teman kamu dalam berdakwah. Dan yang utama, kamu jangan lupa meminta pada Allah untuk dimudahkan langkahmu juga lisanmu dalam menyampaikan kebenaran. Semoga Allah menyertaimu selalu. Cheers ^_^

No comments:

Post a Comment