Minggu, 24 Februari 2013

MAKALAH SOSIOLGI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL DAN DAMPAKNYA

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan karunianya, Makalah ini dapat saya selesaikan. Terima kasih saya ucapkan kepada guru bidang studi Sosiologi yang telah membimbing saya dalam membuat Makalah ini, tidak  lupa pula kami ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu dalam membuat  Makalah ini sehingga dapat terselesaikan.

Namun demikian saya menyadari bahwa Makalah  ini belumlah sempurna, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan sarana sebagai masukan untuk perbaikan Makalah ini.


Gumawang,   November 2010


Penyusun



























BAB I
PERUBAHAN SOSIAL DAN DAMPAKNYA


A.    Pengertian Teori dan Bentuk Perubahan Sosial

1.    Pengertian  Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian diantara unsur-unsur sosial yang paling beredar sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Beberapa definisi  tentang perubahan sosial :
•    John Lewis Gullin dan John Philip Gillin perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya definisi dan penemuan bagu dalam masyarakat.
•    Samuel  Koenig
Perunahan sosial menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.
•    Kingsley Davis
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
•    Seld  Soemardjan
Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi  sistem sosialnya termasuk di dalamnya nilai, sikap dan pola prilaku  diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Dalam beberapa definisi di atas terlihat bahwa perubahan sosial mencakup hal-hal berikut :
•    Perubahan pola-pola atau lembaga-lembaga kemasyarakatan.
•    Mempengaruhi sistem sosial, termasuk struktur.
•    Disebabkan oleh faktor dari dalam dan dari luar masyarakat.

2.    Teori-teori Perubahan Sosial
Beberapa sosiologi berpendapat bahwa ada kondisi-kondisi sosial primer yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.
Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut :
a.    Teori evolusi (Evolutionari Theory)
Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin yang dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emite Durkhem dan Ferdinand Tonnies.
Emile Durkheim (1858-1917) berpendapat bahwa perubahan karena evolusi memengaruhi cara pengorganisasian masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kerja.
Teori evolusi ini masih belum memuaskan banyak pihak. Alasannya teori ini tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. Teori ini hanya menjelaskan bagaimana proses perubahan terjadi.

b.    Teori Konflik (Conflict Theory)
Menurut teori ini, konflik berasal dari pertentangan kertas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah  pada perubahan sosial. Menurut pandangannya prinsip dasar teori konflik, yaitu konflik sosial dan perubahan sosial, selalu melekat dalam struktur masyarakat.

c.    Teori Fungsionalis (functionalist theory)
Teori fungsionalis berusaha melacak penyebab perubahan sosial hingga ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi mempengaruhi mereka. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat.

d.    Teori Siklus (cylical theory)
Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya masyarakat) tidak dapat diletakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan.

3.    Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial
Soejono Soekanto (1990 : 245-246) membedakan perubahan sosial menjadi  beberapa bentuk sebagai berikut :
a.    Perubahan Sosial Lambat
Perubahan sosial lambat disebut  pula evolusi yaitu perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan ada serangkaian  perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat pula.
Ada beberapa teori yang mendasari perubahan lambat, yaitu sebagai berikut :
    Teori Perubahan Unilinier
Manusia dan masyarakat termasuk kebudayaannya mengalami Perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan searah. Bermula dari bentuk sederhana menjadi kompleks hingga sampai tahap sempurna.
    Teori Perubahan Universal
Perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap, sebab kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.
    Teori Perubahan Multilinier
Menekankan pengamatan terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.

b.    Perubahan Sosial Cepat
Perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat di namakan revolusi.

c.    Perubahan Sosial Kecil
Perubahan sosial kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial, tetapi tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.

d.    Perubahan Sosial besar
Perubahan sosial besar merupakan suatu perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat.

e.    Perubahan sosial direncanakan
Perubahan sosial direncanakan  (dikehendaki) merupakan perubahan yang telah di perkirakan atau di rencanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat.

f.    Perubahan sosial yang tidak direncanakan
Perubahan sosial yang tidak direncanakan (tidak di kehendaki) merupakan perubahan yang berlangsung begitu saja dan di luar jangkauan pengawasan masyarakat serta dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak di harapkan.
B.    Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial
1.    Faktor Internal
a.    Perubahan Jumlah  Penduduk
Di beberapa masayrakat pedesaan, berkurangnya jumlah penduduk usia produktif menyebabkan perubahan dalam sistem pengolahan tanah.

b.    Penemuan-Penemuan Baru
Suatu  penemuan baru, baik berupa alat meupun gagasan yang diciptakan oleh seseorang, atau serangkaian ciptaan para individu, dinamakan discovery. Faktor-faktor yang menimbulkan penemuan-penemuan baru adalah sebagai-berikut :
•    Kesadaran individu-individu atas kekurangan yang ada dalam kebudayaannya.
•    Keinginan untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
•    Adanya keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh.

c.    Pertentangan dalam masyarakat
Pertentangan dalam masyarakat dapat terjadi antar individu dengan kelompok maupun antar kelompok.

d.    Pemberontakan dan revolusi
Yang terjadi dalam suatu masyarakat.














KESIMPULAN


Lembaga sosial  adalah seperangkat aturan yang berisi nilai dan norma sosial untuk mengatur kegiatan dan kebutuhan sosial tertentu dan mempunyai beberapa tujuan. Apabila lembaga sosial diacugjan  maka di dalam masyarakat akan tersasa tidak tentram. Lembaga sosial merupakan sistem gagasan dan perilaku yang terorganisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar