Jumat, 15 Maret 2013

Makalah PKN tentang APEC

KATA PENGATAR



Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah, rahmat dan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah PPKN ini tentang APEC. Dan terima kasih juga kepada Ibu  selaku guru pembimbing.

Dalam makalah ini disajikan materi pembelajaran APEC secara sederhana, efektif dan mudah dipahami. Dan saya juga mengahrapkan agar makalah tentang APEC ini dapat digunakan dan dimanfaatkan.
Akhirnya saya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan pembuatan makalah ini dan kritik serta saran dari para pembaca saya harapkan agar lebih baik lagi dalam pembuatan makalah selanjutnya atau masa akan datang.

Belitang,    April 2011


Desi Permata Sari

















ABSTRAK


Konferensi negara-negara kawasan Asia Pasifik yang dilaksanakan atas prakarsa Australia pada bulan November 1989 di Canberra merupakan forum antar pemerintah yang kemudian dikenal dengan nama “Asia Pacifik Ekonomic Cooperation”, atau disingkat APEC. Berdirinya APEC ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan, dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia.
APEC mempunyai dua tujuan utama yaitu mengupayakan terciptanya liberalisasi perdagangan dunia melalui pembentukan sistem perdagangan multilateral yang sesuai dengan kerangka GATT dalam rangka memajukan proses kerjasama ekonomi Asia Pasifik dan perampungan positif atas perundangan putaran Uruguay dan membangun kerja sama praktis dalam program-program kerja.





































LAMBANG APEC




















































DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL
KATAPENGANTAR
ABSTRAK
LAMBANG APEC
DAFTAR ISI

BAB    I    PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang
1.2.    Rumusan Masalah
1.3.    Tujuan

BAB    II    PEMBAHASAN
2.1.    Latar Belakang Pembentukan APEC
2.2.    Tujuan Pendirian APEC
2.3.    Sekretariat APEC

BAB   III    PENUTUP
3.1.    Kesimpulan
3.2.    Saran

DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI











BAB I
PENDAHULUAN


Tentunya kita pernah mendengar kata APEC bahkan mungkin tidak asing lagi bagi kita APEC itu apa ?
“Asia Pacific Ekonomi Cooperation” (APEC) yaitu Konferensi negara-negara kawasan Asia Pcific. Asia Pacific Ekonomi Cooperation (APEC) yang akan kita bahas, yaitu : latar belakang pembentukan APEC, tujuan Pendirian APEC serta keretariat APEC.

1.1.    Latar Belakang

Berdirinya APEC ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia kemajuan teknologi dibidang transportasi dan telekomunikasi semakin mendorong percepatan perdagangan global yang ditandai adanya perubahan-perubahan uang mudah dan meningkatnya kompetisi, maka dari itu APEC di bentuk dan didirikan.

1.2.    Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang terjadi yaitu :
1.        Apa latar belakang pembentukan APEC ?
2.        Apa tujuan didirikannya APEC ?
3.        Apa-apa saja sekretariat APEC ?

1.3.    Tujuan

Untuk mengetahui latar belakang pembentukan APEC dan tujuan APEC didirikan serta untuk mengethaui sekretariat APEC.





BAB II
PEMBAHASAN


2.1.    Latar Belakang Pembentukan APEC
Konferensi negara-negara kawasan Asia Pasiflk yang dilaksanakan atas prakarsa Australia pada bulan November 1989 di Canberra merupakan forum antar pemerintah yang kemudian dikenal dengan nama "Asia Pacific Ekonomic Cooperation" atau disingkat APEC. Latar belakang berdirinya APEC ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan, dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia sejak pertengahan tahun 1980-an.
Kemajuan teknologi di bidang transportasi dan telekomunikasi semakin mendorong percepatan perdagangan global yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan yang cepat pada pasar uang, arus modal, dan meningkatnya kompetisi untuk memperoleh modal, tenaga kerja terampil, bahan baku, maupun pasar secara global. Globalisasi perdagangan ini mendorong meningkatnya kerja sama ekonomi di antara negara-negara seka-wasan seperti Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang menerapkan sistem pasar tunggal untuk Eropa; North American Free Trade Area (NAFTA) di kawasan Amerika Utara; ASEAN Free Trade Area (AFTA) di kawasan Asia Tenggara; dan Closer Economic Relations (CER) yang merupakan kerja sama ekonomi antara Australia dan Selandia Baru.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada dekade 80-an juga ditandai oleh berakhirnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan diikuti dengan berkurangnya persaingan persenjataan. Forum-forum internasional yang seringkali didominasi dengan pembahasan masalah pertahanan dan keamanan, mulai digantikan dengan pembahasan masalah-masalah ekonomi dan perdagangan. Sejalan dengan perubahan tersebut, timbul pemikiran untuk mengalihkan dana yang semula digunakan untuk perlombaan senjata ke arah kegiatan yang dapat menunjang kerja sama ekonomi antar negara.
Kerja sama APEC dibentuk dengan pemikiran bahwa dinamika perkembangan Asia Pasifik menjadi semakin kompleks dan di antaranya diwarnai oleh perubahan besar pada pola perdagangan dan investasi, arus keuangan dan teknologi, serta perbedaan keunggulan komparatif, sehingga diperlukan konsultasi dan kerja sama intraregional. Anggota ekonomi APEC memiliki keragaman wilayah, kekayaan alam serta tingkat pembangunan ekonomi, sehingga pada tahun-tahun per-tama, kegiatan APEC difokuskan secara luas pada pertukaran pandangan (exchange of views) dan pelaksanaan proyek-proyek yang didasarkan pada inisiatif-inisiatif dan kesepakatan para anggotanya.

2.2.    Tujuan Pendirian APEC

Pada Konperensi Tingkat Menteri (KTM) I APEC di Canberra tahun 1989, telah disepakati bahwa APEC merupakan forum konsultasi yang longgar tanpa memberikan "Mandatory Consequences" kepada para anggota-nya. Dari kesepakatan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa APEC memiliki dua tujuan utama:
1)        Mengupayakan terciptanya liberalisasi perdagangan dunia melalui pembentukan sistem perdagangan multilateral yang sesuai dengan kerangka GATT dalam rangka memajukan proses kerja sama ekonomi Asia Pasifik dan perampungan yang positif atas perundingan Putaran Uruguay.
2)        Membangun kerja sama praktis dalam program-program kerja yang difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang menyangkut penyelenggaraan kajian-kajian ekonomi, liberalisasi perdagangan, investasi, aim teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sesuai kepentingannya, APEC telah mengembangkan suatu forum yang lebih besar substansinya dengan tujuan yang lebih tinggi, yaitu membangun masyarakat Asia Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang merata melalui kerja sama perdagangan dan ekonomi. Pada pertemuan informal yang pertama para pemimpin APEC di Blake Island, Seattle, Amerika Serikat tahun 1993, ditetapkan suatu visi mengenai masyarakat ekonomi Asia Pasifik yang didasarkan pada semangat keterbukaan dan kemitraan; usaha kerja sama untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dari perubahan-perubahan; pertukaran barang, jasa, investasi secara bebas; pertumbuhan ekonomi dan standar hidup serta pendidikan yang lebih baik, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.


2.3.    Sekretariat APEC

Sekretariat APEC dibentuk pada tahun 1993. Para pegawai Sekretariat APEC terdiri atas 21 pejabat dari seluruh negara anggota ekonomi dan beberapa orang staf lokaL Sekretariat APEC dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif dengan masa tugas satu tahun dan berasal dari negara anggota ekonomi yang sedang menjadi ketua APEC.
Indonesia menempatkan wakilnya di Sekretariat APEC dan mendapat tugas sebagai Direktur Bidang Gender dan Policy Level Group on Small and Medium Enterprises (PLG SME)sejak tahun 1998.
Sekretariat APEC yang berdomisili di Singapore, dalam melaksanakan tugasnya terbagi dalam beberapa bidang yakni, Sekretariat APEC di bidang Committee on Trade and Investment (CTI), bidang services, Tariff and Non Tariff Measures (NTMs), bidang Standards and Conformance (SCSC), bidang Customs Procedures (SCCP), bidang Intelectual Pro-perty Right (IPEG), Competition Policy, Government Procurement (GPEG), Deregulation, Rules of Origin, Dispute Mediation, Mobility of Business People, Implementation of Uruguay Round Outcomes (UR Outcomes), Early Voluntary Sectoral Liberalization (EVSL), Economic Committee, Budget and Management Committee (BMC), ECOTECH, Energy, Fisheries, Human Recources Development (HRD), Industrial Science and Technology (ISTWG), Marine Resource Conservation, Telecommunications, Tourism, Trade Promotion, Transportation, Policy Level Group on Small and Medium Enterprises (PLG SME), Agrculture Technical Cooperation Reports Group (ATC), APEC Study Centers, Sustainable Development, Infrastructure Workshop, Gender Issues Sustainable Recovery, Management Review, Electronic Commerce, APEC Food System, Public Affairs, Communications and Database.









BAB III
PENUTUP


    APEC didirikan karena kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat gloalisasi sistem perdagangan, dan adanya perubahan-perubahan diberbagai situasi. Perubahan juga ditandai oleh berakhirnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan diiringi dengan berkurangnya persaingan persenjataan. Sejalan dengan perubahan tersebut timbul pemikiran untuk mengalihkan dana yang semula digunakan utnuk perlombaan senjata ke arah kegiatan yang dapat menunjang kerjasama ekonomi antar negara, yaitu APEC.

    Kesimpulan

Jadi latar belakang didirikannya APEC adalah ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia sejak pertengahan tahun 1980-an.

    Saran

Bagi teman-teman perbanyaklah membaca buku, karena buku adalah gudang ilmu dan saya mengharapkan saran dari semua teman-teman dan pembaca.













DAFTAR PUSTAKA


http://www.kindepkeu.tripod.com//apec.htm
http://www.apecsec.org.sg

1 komentar: