Jumat, 26 April 2013

MAKALAH TENTANG LATAR BELAKANG DAN PERUMUSAN MASALAH



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “LATAR BELAKANG DAN PERUMUSAN MASALAH”

            Makalah ini berisikan tentang latr belakang dan perumusan masalah  atau yang lebih khususnya Membahas definisi latar belakng, definisi perumusan masalah dan pembentukan masalah.
            Diharapkan Makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang latar belakang dan  rumusan masalah.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Belitang 14 Oktober 2012

                               
                                Penyusun


DAFTAR ISI
Halaman Judul................................................................................ i
Kata Pengantar ............................................................................. ii
Daftar Isi....................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................. 1
A.   Latar Belakang..................................................................... 1
B.   Rumusan Masalah................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................ 2
A.   Definisi Latar Belakang........................................................ 2
B.   Definisi Perumusan Masalah................................................ 4
C.   Pembentukan Rumusan Masalah......................................... 5
BAB III PENUTUP ..................................................................... 10
A.   Kesimpulan........................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA.................................................................. 11
           







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang masalah
            Seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan akan mendorong untuk melakukan penelitian jika ia menemukan masalah. Bagaimana ia menemukan dan merumuskan masalah. Pernyataan yang tampaknya sepele ini nyatanya tidak selalu mudah dijawab dan tak heran kalau para peneliti menemukan bahwa perumusan masalah merupakan jantung penelitian.
2.      Rumusan masalah
1.      Mendefinisikan latar belakang dan rumusan masalah?
2.      Bagaimana menyusun latar belakang masalah?
3.      Fungsi latar belakang dan rumusan masalah?
3.      Tujuan
Mengetahui definisi, cara menyusun serta fungsi dari latar belakang dan rumusan masalah.









BAB II
PEMBAHASAN

A.     Definisi Latar Belakang Masalah
            Latar belakang masalah merupakan uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap sesuatu masalah atau problematika yang ditulis dalam bentuk uraian paparan, atau poin-poinnya saja. Pada bagian ini dikemukakan :
1.      Pentingnya masalah masalah yang akan dibahas.
2.      Telaah pustaka yang telah ada tentang teknologi yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
3.      Manfaat praktis hasil bahasan.
4.      Perumusan masalah pokok yang dibahas secara eksplisit. Biasakan perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan
            Dalam bagian latar belakang ini diharapkan penulis menuliskan sebab-sebab ia memilih judul atas permasalahan tersebut. Alasan-alasan yang dapat dikemukakan antara lain:
a)      Pentingnya masalah tersebut diteliti karena akan membantu pelaksanaan kerja yang lebih efektif misalnya,atau akan dicari pemecahannya karena berbahaya apabila tidak. Jadi pentingnya diadakan penelitian.
b)      Menarik minat peneliti karena dari pengalamannya peneliti mendapatkan gambaran bahwa hal itu sangat menarik.
c)      Sepanjang sepengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.
            Latar belakang masalah menguraikan alasan-alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian serta tujuan penelitian menjadi fokus penelitian. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas subtansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan penelitian, yang akan dilakukan untuk menyiapkan skripsi. Secara operasional permasalahan penelitian yang dimaksud harus gayut (relevan) dengan rumusan masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diajukan. Pokok isi uraian latar belakang masalah hendaknya mampu meyakinkan pihak lain, terutama pembimbing dan penguji. Dengan kata lain, unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut :
a)      Penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik untuk diteliti.
b)      Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. Harus dijelaskan bahwa masalah yang diajukan/diteliti belum pernah diteliti oleh siapapun, dan jika ini merupakan penelitian ulang (replikasi) harus dijelaskan alasannya mengapa hal itu dilakukan.
c)      Kedudukan masalah yang diteliti dalan konteks permasalahan yang lebih luas dengan memperhatikan perkembangan bidang yang dikaji.
           


            Dalam hal ini para penulis sebaiknya menyadari bahwa pemilihan masalah harus didasarkan atas minat dan penghayatan sendiri. Alasan pemilihan masalah yang paling tepat adalah adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Menurut Prof. Dr. Winarno memilih masalah adalah mendalami masalah itu, sehingga harus dilakukan secara lebih sestematis dan intensif. Selanjutnya oleh Dr.Winarno dikatakan bahwa setelah studi eksploratoris ini penulis menjadi jelas terhadap masalah yang dihadapi, dari aspek historis, hubungannya dengan ilmu yang lebih luas, situasi dewasa ini dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dan lain-lainnya.
1.      Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti.
2.      Tahu dimana/kepada siapa informasi dapat diperoleh.
3.      Tahu bagaimana cara memperoleh data atau informasi.
4.      Dapat menentukan cara yang tepat untuk menganalisis data.
5.      Tahu bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil.

B. Definisi Rumusan Masalah
            Perumusan masalah adalah  usaha untuk menyatakan secara tertulis pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian. Apakah yang dimaksud dengan masalah? Dalam arti luas, masalah sebenarnya adalah semua bentuk pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Walaupun masalah merupakan titik tolak untuk melakukan penelitian, tidak semua masalah dapat dijadikan objek untuk diteliti dan hal ini dapat diketahui dari karakteristik masalah itu sendiri.

C . Pembentukan Rumusan Masalah
            Penentuan topik adalah tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Ketika cakupannya sudah sesuai, kemudian permasalahan dapat ditentukan. Permasalahan dapat berupa pertanyaan yang kemudian analisis atau pernyataan argumentasi yang merupakan penjabaran bukti berdasarkan analisis.
Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menemukan permasalahan dari topik karya ilmiah yang sudah siap.
1. Tentukan tipe karya ilmiah
2. Siapkan sumber informasi (resources)
3. Menyempitkan atau memperluas topik
4. Membangun permasalahan dari topik
5. Uji “SO WHAT”
                                                     
1.      Menentukan tipe karya ilmiah
Berikut ini beberapa tipe karya ilmiah :
·         ANALISIS melihat apa yang dibalik permukaan materi: melihat hubungan antar bagian dan keseluruhan, mengenali hubungan antara sebab-akibat, mencari hal-halpenting, mempertanyakan suatu validitas. Kata tanya yang digunakan BAGAIMANA, atau APA.Kalimat tanya yang dibentuk bukanlah kalimat tanya yang tertutup atau hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Kalimat tanya yang dibentuk membutuhkan penjabaran dalam menjawabnya. Penjabaran itulah yang kemudian menjadi karya ilmiah yang disusun dalam bab-bab yang berurutan dan saling berhubungan.
Contoh rumusan masalah : Bagaimana menghasilkan trend prestasi akademik dari setiap angkatan mahasiswa berdasarkan hasil test masuk?
§  PERBANDINGAN berarti mencari perbedaan dan persamaan. Aspek yang dibandingkan disiapkan dan digunakan untuk menyusun penulisan. Contoh : Bandingkan ketepatan dokumen hasil pencarian dengan metode X dan Y berdasarkan faktor-faktor: jumlah istilah, bobot istilah dan kecepatan proses.
§  ARGUMENTASI (setuju atau tidak setuju) meminta kita berada di satu sisi berdasarkan analisis dari bukti-bukti yang kuat dan alasan yang jelas dan dapat diterima.

2.      Siapkan sumber informasi
            Ketika permasalahan sudah ditentukan dan jelas, maka sumber informasi dapat mulai dicari. Sumber informasi yang tersedia dalam suatu institusi akademik adalah :
a)              Buku pegangan kuliah yang digunakan para dosen untuk mengajar. Sifat buku ini biasanya berisi teori dan latihan. Buku ini cocok untuk pengajaran dan dasar dari teori-teori yang sedang dipelajari.
b)             Buku umum referensi seperti ensiklopedia dan kamus bidang ilmu tertentu yang digunakan untuk mengenalkan hal-hal dasar. Cocok untuk mahasiswa pemula.
c)              Jurnal ilmiah digunakan untuk mendapatkan pengembangan terbaru dalam bidang ilmu tertentu dan sangat cocok untuk menjadi referensi karya ilmiah. Jurnal ilmiah dapat dalam bentu cetak maupun digital (database online).
d)             Sumber informasi di Internet berupa situs-situs yang sesuai dengan bidang ilmu.
e)              Data statistik dan data-data dari pemerintah dapat didapatkan secara online seperti misalnya pada situs Badan Statistik Nasional. Perkembangan daerah daerah,tertentu atau negara tertentu dapat dipantau dari situs resmi pemerintah terkait.
f)              Sumber informasi lain adalah hasil wawancara dan hasil observasi dari mahasiswa yang berkaitan dengan karya yang sedang dikerjakan.

3.      Menyempitkan atau memperluas topik
            Seringkali kita mendapati bahwa topik yang dipilih masih terlalu sempit artinya sumber informasi yang ditemukan sangat terbatas, ukuran karya ilmiah yang akan dihasilkan tidak mencukupi standar yang ditentukan (jumlah halaman misalnya), atau terlalu luas karena sumber informasi terlalu banyak sehingga perlu dipersempit cakupannya sampai sumber informasi yang digunakan cukup, misalnya 5 dari 25 sumber informasi.
            Menyempitkan atau memperluas juga diperlukan berkenaan dengan popularitas dari topik tersebut, jika topik sudah banyak dibahas dan diteliti, maka perlu perbaikan sehingga menghasilkan topik yang punya fokus khusus dari topik tersebut.




4.      Permasalahan (thesis statement or research question)
Dari jenis karya ilmiah yang ditetapkan dapat ditentukan beberapa hal:
a)      argumentasi/thesis
§  intinya pada pernyataan berdasarkan analisis dan bersifat argumentasi
§  menyatakan apa pilihan/cara yang terbaik/tercepat/ paling tepat didasari pada hasil analisis
§  menjawab pertanyaan “APA” dan “MENGAPA” dalam rangka membuktikan bahwa apa yang dinyatakan itu benar
§  berada pada salah satu sisi dari topik
§  pernyataan harus lolos uji “SO WHAT”, artinya pernyataan tersebut dianggap penting, menarik dan layak untuk diperdebatkan
§  sifatnya terfokus dan sempit
b)      Analisis
§  intinya pada pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang akan diteliti, dicari jawabannya atau didapatkan solusinya
§  mencari kemungkinan-kemungkinan pilihan/cara yang terbaik/tercepat/paling
§  pertanyaan lolos uji “SO WHAT”, artinya pertanyaan tersebut akan menghasilkan jawaban yang layak dianalisis, dan menghasilkan temuan baru atau lain
§  sifatnya luas, fokus pada beberapa hal


5.      The "So What?" Test
Ketika merencanakan untuk menulis, hal yang penting untuk diperhatikan adalah:
a)      usahakan/cari/pilih topik yang pantas untuk diperdebatkan atau untuk digali lagi.
b)      Permasalahan atau argumentasi yang disajikan masih populer, menarik untuk dibahas atau kontroversial
c)      Selalu bertanya :” SO WHAT” (apa pentingnya topik ini?) atau “WHO CARES” (siapa akan tertarik/peduli?)


  













BAB III
PENUTUP

A . Kesimpulan
            Latar belakang masalah merupakan uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap sesuatu masalah atau problematika yang ditulis dalam bentuk uraian paparan, atau poin-poinnya saja. Kemudian Perumusan masalah, adalah  usaha untuk menyatakan secara tertulis pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian.

















Daftar Pustaka

Anggoro, M. Toha.  2008. Metode Penelitian edisi 2. Jakarta: Univrsitas Terbuka
Surakhmad, winarno. 1990. Pengantar penelitian ilmiah, dasar metode dan            teknik. Bandung: Tarsito.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar